Rabu, 13 Mei 2020

Sholat witir tiga rekaan sekaligus boleh tidak ?

TRENDING NOW: RAMADHAN Shalat Witir Tiga Rakaat Sekaligus, Bolehkah? Kamis 16 Mei 2019 13:00 WIB (Foto: @sayidati.net) Shalat witir merupakan salah satu shalat sunnah yang sangat dianjurkan oleh syara’. Bahkan dalam mazhab hanafi, hukumnya bukan lagi sebatas sunnah, tapi wajib. Hal tersebut merupakan salah satu bukti betapa dianjurkannya melaksanakan shalat witir. Rasulullah dalam salah satu haditsnya memerintahkan agar shalat witir dijadikan sebagai penutup shalat malam: اجْعَلُوا آخِرَ صَلَاتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا “Jadikan shalatmu yang paling akhir di waktu malam berupa shalat witir” (HR. Bukhari Muslim) Dalam bulan Ramadhan shalat witir umumnya dilaksanakan setelah selesai melaksanakan shalat tarawih, sebagian ada yang melaksanakan hanya satu rakaat, sebagian lain melaksanakannya sampai tiga rakaat. Dalam hal ini patut dipahami bahwa satu rakaat adalah jumlah minimal pelaksanaan shalat witir, maksimalnya adalah sebelas rakaat dan jumlah rakaat shalat witir yang dinilai paling sempurna adalah sebanyak lima rakaat. Ketentuan demikian sejara jelas tercantum dalam kitab Fath al-Mu’in: ـ (وأقله ركعة) وإن لم يتقدمها نفل من سنة العشاء أو غيرها. قال في المجموع: وأدنى الكمال ثلاث، وأكمل منه خمس فسبع فتسع، (وأكثره إحدى عشرة) ركعة “Minimalnya shalat witir adalah satu rakaat, meskipun tidak didahului shalat sunnah berupa shalat sunnah (Ba’diyah) Isya’ atau shalat lainnya. Imam Nawawi berkata dalam kitab al-Majmu’: “jumlah rakaat yang mendekati  sempurna adalah tiga rakaat, dan jumlah yang paling sempurna adalah lima rakaat lalu tujuh rakaat lalu sembilan rakaat” (Syekh Zainuddin al-Maliabari, Fath al-Mu’in, juz 1, hal. 288) Umumnya masyarakat yang melaksanakan shalat witir dengan tiga rakaat pada bulan Ramadhan, mereka memisahnya dengan salam pada rakaat kedua, lalu berdiri lagi melanjutkan satu rakaat. Namun, di sebagian tempat, ada juga yang melaksanakan shalat tarawih dengan cara menyambung tiga rakaat sekaligus dengan hanya satu salam.  Bagi mereka yang asing dengan pemandangan terakhir ini mungkin akan bertanya-tanya: bolehkah menyambung tiga rakaat sekaligus dalam shalat witir? Jika boleh, manakah yang lebih utama, memisahnya dengan salam atau justru menyambungnya? Menyambung shalat witir tiga rakaat sekaligus adalah hal yang diperbolehkan dalam mazhab Syafi’i. Namun, memisahkannya dengan salam pada rakaat kedua dianggap lebih utama daripada menyambung tiga rakaat sekaligus. Hal ini  seperti yang ditegaskan dalam kitab Hasyiyah al-Bujairami ala al-Manhaj: ـ (ولمن زاد على ركعة) في الوتر (الوصل بتشهد) في الأخيرة (أو تشهدين في الأخيرتين) للاتباع في ذلك رواه مسلم ، والأول أفضل ، ولا يجوز في الوصل أكثر من تشهدين ، ولا فعل أولهما قبل الأخيرتين لأنه خلاف المنقول من فعله صلى الله عليه وسلم “Bagi orang yang melaksanakan witir lebih dari satu rakaat maka boleh baginya untuk menyambung witir dengan satu tasyahud di akhir rakaat atau dua tasyahud di dua rakaat terakhir. Hal ini berdasarkan hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Namun, praktik yang pertama (satu tasyahud) lebih utama. Dalam menyambung rakaat dilarang lebih dari dua tasyahud dan juga tidak boleh melakukan awal dari dua tasyahud sebelum dua rakaat terakhir, sebab praktik demikian tidak pernah ditemukan dalam shalat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam” (Syekh Sulaiman al-Bujairami, Hasyiyah al-Bujairami ala al-Manhaj, juz 3, hal. 152). Meski menyambung tiga rakaat shalat witir dengan satu salam adalah hal yang diperbolehkan, tapi cara demikian dihukumi makruh, sebab dianggap menyerupai pelaksanaan shalat maghrib. Dalam hal ini, Syekh Zainuddin al-Maliabari menjelaskan: والوصل خلاف الاولى، فيما عدا الثلاث، وفيها مكروه للنهي عنه في خبر: ولا تشبهوا الوتر بصلاة المغرب “Menyambung rakaat witir merupakan menyalahi hal yang utama (khilaf al-aula) pada selain tiga rakaat. Sedangkan menyambung tiga rakaat witir (sekaligus) dihukumi makruh, sebab adanya larangan dalam hadits Nabi: ‘Janganlah kalian menyerupakan shalat witir dengan shalat maghrib’.” (Syekh Zainuddin al-Maliabari, Fath al-Mu’in, juz 1, hal. 289) Tata Cara Shalat Witir 3 Rakaat Sedangkan cara melaksanakan shalat witir dengan menyambung tiga rakaat sekaligus sama persis dengan cara melaksanakan shalat-shalat yang lain, khususnya seperti shalat maghrib yang sama-sama berjumlah tiga rakaat, maka dua rakaat terakhir harus disertai dengan tasyahud. Adapun niat shalat witir dengan menyambung tiga rakaat adalah sebagai berikut:  اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى Ushalli sunnatal witri tsalâtsa raka‘âtin mustaqbilal qiblati adâ’an lillâhi ta‘âlâ Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah shalat witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.” Niat di atas merupakan niat bagi orang yang melaksanakan shalat witir dengan sendirian (munfarid), sedangkan ketika menjadi makmum dalam shalat witir berjamaah, maka tinggal menambahkan kata “ma’mûman” setelah kata “mustaqbilal qiblati”, jika menjadi imam maka menambahkan kata “imâman” setelah kata “mustaqbilal qiblati”. Untuk lebih jelasnya, silakan simak dalam tulisan “Ini Lafal Niat Shalat Witir”. Dalam niat shalat witir tiga rakaat sekaligus berbeda dengan niat witir ketika dipisah, sebab jika dipisah harus menyertakan huruf “min” sehingga niatnya menjadi: اُصَلِّى سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى Ushalli sunnatan minal witri tsalâtsa raka‘âtin mustaqbilal qiblati adâ’an lillâhi ta‘âlâ Dalam melaksanakan shalat witir tiga rakaat, baik itu dengan cara dipisah dengan salam pada rakaat kedua atau digabung tiga rakaat sekaligus, disunnahkan untuk membaca Surat al-A’la setalah al-Fatihah pada rakaat pertama, Surat al-Kafirun pada rakaat kedua; dan Surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas pada rakaat ketiga. Anjuran ini dijelaskan dalam kitab Hasyiyah al-Jamal: ويسن لمن أوتر بثلاث أن يقرأ في الأولى بعد الفاتحة الأعلى ، وفي الثانية الكافرون ، وفي الثالثة الإخلاص ثم الفلق ثم الناس مرة مرة “Disunnahkan bagi seseorang yang shalat witir tiga rakaat agar membaca Surat al-A’la pada rakaat pertama setelah membaca Al-Fatihah dan pada rakaat kedua membaca surat al-Kafirun dan pada rakaat ketiga surat al-Ikhlas lalu surat al-Falaq lalu surat an-Nas satu persatu” (Syekh Sulaiman al-Jamal, Hasyiyah al-Jamal, juz 4, hal. 299) Dapat disimpulkan bahwa menggabung tiga rakaat shalat witir dalam satu kali salam adalah hal yang diperbolehkan, tapi cara demikian dianggap makruh. Cara yang paling utama adalah dengan memisah rakaat kedua dengan salam dan melanjutkan satu rakaat terakhir dengan takbiratul ihram (tiga rakaat dua kali salam). Wallahu a’lam.  Ustadz M. Ali Zainal Abidin, pengajar di Pondok Pesantren Annuriyah Kaliwining Rambipuji Jember  Tags: witir Share: Rekomendasi Bagaimana Puasa Umat Sebelum Nabi Muhammad? Delapan Hal yang Membatalkan Puasa Bacaan Tahiyat yang Paling Ringkas untuk Tarawih Menelusuri Makna ‘Shaum’, ‘Shiyam’, dan ‘Ramadhan’ Shalat Tahajud Setelah Shalat Witir, Bolehkah? Doa Doa Memasukkan Jenazah ke Dalam Kubur Doa Pengajian KHM Syafi’i Hadzami pada Radio Cenderawasih Doa Ukasyah RA, Arab, Latin, dan Terjemahannya Doa Setelah Makan Makanan Syubhat Doa Penutup Majelis Taklim KHM Syafi’i Hadzami Warta Video Islam Mengecam Perusakan Alam Selasa 12 Mei 2020 00:24 WIB Bahtsul Masail 1 Hukum Membuang Jenazah ke Laut 2 Apakah Dosa Juga Dilipatgandakan di Bulan Ramadhan? 3 Hukum Melamakan Sujud Terakhir dalam Shalat Berjamaah 4 Hukum Shalat Jumat Online atau Live Streaming via Media Sosial 5 Apakah Boleh Mengumandangkan Adzan Shallu fi Rihalikum atau fi Buyutikum? Syariah 1 Meneguhkan Fiqih yang Dinamis dan Maslahat (6) 2 Meneguhkan Fiqih yang Dinamis dan Maslahat (5) 3 Fatwa Onani saat Puasa dan Etika Berfatwa Ustadz 4 Meneguhkan Fiqih yang Dinamis dan Maslahat (4) 5 Meneguhkan Fiqih yang Dinamis dan Maslahat (3) Kontak kami Redaksi: (+6221) 391 4013/14 Sekretariat PBNU (+6221) 31908425 Gedung PBNU Lt.5 Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat 10430 Copyright © 2020 | All rights reserved | NU Online

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/106304/shalat-witir-tiga-rakaat-sekaligus-bolehkah

Sabtu, 02 Mei 2020

FITROH INSANIYAH

*MADRASAH RUHANIYAH*

*_Ramadan (10)_*

*FITROH INSANIYAH*

Pada hakekatnya, dalam diri manusia ada *fitrah* untuk senantiasa *berbuat baik dan menjauhkan diri dari perbuatan jahat*.

*Nurani manusia selalu merindukan kedamaian dan ketenangan*. Jauh di dalam lubuk hati manusia, pada dasarnya *_selalu ada kerinduan untuk terus menerus mengikuti jalan agama yang benar_*.
Inilah *fitrah manusia* yang sesungguhnya, fitrah yang diajarkan Islam.

Maka ketika manusia tergelincir berbuat kejahatan yang menghinakan dirinya serta menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan dan agamanya, Allah mengingatkan mereka melalui firmannya.
Firman Allah:
*_“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”_*
QS. Ar Rum 30

Rasulullah saw. melalui salah satu hadisnya juga menyebutkan bahwa,
*_"pada dasarnya setiap anak manusia dilahirkan dalam keadaan suci, tak bernoda"_*.
Rasul menegaskan: *_“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci, Maka tergantung pada kedua orang tuanyalah yang menjadikan anak seorang Yahudi, Nashrani, atau Majusi”_*.

Dari dua landasan teologis di atas, jelaslah bahwa dalam diri manusia ada potensi *bersih dan suci*.
Prinsip kebaikan ini diakui oleh seluruh umat manusia, sedangkan kejahatan akan senantiasa mengantarkan manusia menuju kehinaan dan kesengsaraan.

Ironisnya, banyak di antara kita yang melupakan *fitrah insaniyah* (kemanusiaan) kita. Sebagian besar kita justru dipengaruhi, bahkan dikuasai oleh *nafsu*.
Kita menjadikan *nafsu* sebagai *ilah* (tuhan) dalam kehidupan ini. Padahal Allah SWT secara tegas mengecam para *_'budak nafsu’_* dengan firman-Nya: *_“Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya.”_*
(Q.S. Al-Furqan: 43-44)

Betapa nista dan hinanya gelar yang disematkan AllahSWT kepada para pemuja nafsu. Mereka diibaratkan seperti *binatang, bahkan jauh lebih hina dari binatang tersebut*.
Dan jelas, tempat yang telah disiapkan bagi mereka adalah neraka Jahannam (Q. S. Al-A’raf: 179)

Bagi manusia yang masih *sadar akan eksistensi kemanusiaannya*, tentu ia tidak mau direndahkan derajatnya, ia akan mempertahankan fitrah kemanusiaannya. Bahkan, ia akan selalu berusaha meningkatkan derajat serta kualitas kemanusiaannya.
Tetapi bagi mereka yang telah dibutakan mata hatinya oleh dekapan nafsu, ia akan terlena dan terbuai, tidak memedulikan lagi fitrah kemanusiaannya yang suci. Ia akan terlelap dalam bisikan nafsu, sampai akhirnya maut datang menjemputnya. Na’udzubillahi min dzalik.

Semoga kita termasuk manusia-manusia yang senantiasa menjaga fitrah insaniyah kita,dan  menyadari eksistensi kemanusiaan kita, sehingga mengarungi hidup dan kehidupan di dunia ini selalu berada dalam bimbingan wahyu Ilahi.
Amin.

Ahad, 3 Mei 2020/ 10 Ramadan 1441 H.

Salam
Fuad

Jumat, 01 Mei 2020

PAHALA PUASA

*MADRASAH RUHANIYAH*

Ramadhan (9)

*PAHALA PUASA*

عن أبي هريرة رضي اللَّه عنه قال، رسول اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ :
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ ، قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

"Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu berkata, Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
*_"Semua amal Bani Adam akan dilipat gandakan kebaikan sepuluh kali sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Azza Wa Jallah berfirman, ‘Kecuali puasa, maka ia untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan pahalanya."_*
[Hr . Muslim]

Bahwa amalan-amalan yang dilakukan manusia sebagai proses  penghambaan kepada Allah yang Maha Agung ,sejatinya telah terlihat kadar pahalanya untuk manusia.
Dan amalan ibadah  seseorang ( selain Puasa )pahalanya akan dilipatgandakan dari sepuluh sampai tujuh ratus kali sampai sekehendak Allah. Sedang Amalan puasa Allah sendiri yang akan memberi pahala *tanpa batasan*.

Ungkapan *_‘Puasa untuk-Ku_*, maksudnya adalah bahwa dia termasuk ibadah yang paling Aku cintai dan paling mulia di sisi-Ku.

Ibnu Abdul Bar berkata,
"Cukuplah ungkapan *_‘Puasa untuk-Ku_* menunjukkan keutamaannya dibandingkan ibadah-ibadah lainnya.

Sesungguhnya Allah khususkan puasa untuk diri-Nya dari amalan-amalan lainnya, hal itu karena keutamaannya di sisi-Nya, cintanya padanya dan tampak keikhlasan padanya untuk-Nya .
Karena puasa merupakan rahasia seorang hamba dengan Tuhannya, tidak ada yang melihatnya kecuali Allah. karena orang yang berpuasa,  di tempat yang sepi mungkin baginya mengkonsumsi apa yang diharamkan oleh Allah, (akan tetapi) dia tidak mengkonsumsikannya. Karena dia mengetahui punya Tuhan yang melihat di tempat yang sunyi. Dan Dia telah mengharamkan hal itu.
Keistimewaan ini akan terlihat nanti di hari kiamat sebagaimana yang dikatakan oleh Sofyan bin Uyainah rahimahullah, *_"Ketika hari kiamat, Allah akan menghisab hamba-Nya. Dan mengembalikan tanggungan dari kezalimannya dari seluruh amalnya. Sampai ketika tidak tersisa kecuali PUASA, maka Allah yang akan menanggung sisa kezaliman dan dia dimasukkan surga karena puasanya."_*

Allah berfirman dalam Al Qur'an "Dan Aku yang akan membalasnya." Balasannya disandarkan kepada diri-Nya yang Mulia. Karena amalan-amalan shaleh akan dilipatgandakan pahalanya dengan bilangan.
Satu kebaikan dilipat gandakan sepuluh kali sampai tujuh ratus kali sampai berlipat-lipat. Sementara puasa, maka Allah sandarkan pahalanya kepada diri-Nya tanpa ada kadar bilangan.
Yakni Aku akan memberikan pahala yang banyak tanpa menentukan kadarnya.

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

*_"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas"_*
QS.Az-Zumar: 10

Salam
Fuad

Rabu, 29 April 2020

SUPER TEMBAGA

Super Tembaga

Kamis 30 April 2020
Oleh : Dahlan Iskan

Saya belum pernah makan dua jenis durian ini: namlong dan super tembaga.

Beruntunglah orang Bangka --daerah asal dua jenis durian itu.

Kalau saja tidak sedang ada wabah saya pasti langsung ke Bangka. Mengajak dua penggila durian independen --belum ketemu siapa orangnya. Mereka harus jadi juri: mana yang lebih mak-nyus –musang king-nya Malaysia atau namlong dan super tembaganya Bangka.

Saya penasaran. Terutama atas jawaban Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman ini. Yakni jawaban atas pertanyaan saya, mana yang nilainya lebih tinggi: musang king, namlong atau super tembaga.

Jawab Erzaldi mengejutkan saya:

Nilai musang king: 70.

Nilai namlong: 75.

Nilai super tembaga: 90.

Wow!

Hari itu saya memang bertanya ke Pak Gubernur Erzaldi: kalau nilai musang king 90, berapa nilai super tembaga?

Ternyata jawaban beliau seperti itu.

Saya pun flash back ke masa lalu: berapa dong nilai durian di Sorolangun --yang dulu sering saya makan itu. Yang sudah saya anggap lezat itu.

Kalau Gubernur Babel benar, bukan main lezatnya super tembaga itu. Apalagi kalau dewan juri nanti sependapat dengan Gubernur Erzaldi.

Senin lalu saya memang terlibat diskusi dengan Pak Gubernur. Diskusi jarak jauh. Lewat Zoom.

Hadir juga di layar ponsel saya Pak Djohan Aping. Juga Pak Juaidi (Kepala Dinas Pertanian Bangka).

Saya memang terlalu berharap agar Bangka menjadi garda depan ekspor durian Indonesia.

Pertimbangan saya banyak. Bangka-lah yang sudah memulai program durian estate. Tanah Bangka memang sangat istimewa --untuk durian.

Posisi Bangka sendiri kan di garda depan --menghadap Laut China Selatan. Yang lebih utama: Bangka-lah yang pertama memiliki durian terstandar.

Di Bangka, seperti dikemukakan Pak Gubernur Erzaldi, hanya dikembangkan dua jenis durian itu saja --namlong dan super tembaga.

Dengan hanya mengembangkan dua unggulan Bangka bisa lebih fokus.

Gubernur Erzaldi dan istri di Kontes dan Bazar Durian 2020 di Halaman Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (11/1/2020) (Foto: Dok. Distan Babel).

Selama ini pembeli durian di Indonesia suka bingung. Terutama kalau lagi menghadapi tumpukan durian di pinggir jalan: yang mana yang enak. Anekanya terlalu ria. Kadang beli lima hanya dua yang memuaskan.

Inilah kelemahan utama durian kita -- di pasar ekspor. Pembeli durian internasional tidak mau pusing. Mau mereka sederhana: jenis apa, rasanya bagaimana.

Itulah keunggulan durian Malaysia: musang king. Rasanya pasti: seperti itu. Teksturnya pasti: seperti itu. Ketebalan dagingnya pasti: setebal itu. Ukuran bijinya pasti: sekecil dan segepeng itu.

Pembeli durian di Indonesia itu memang pemaaf dan toleran. Sudah berapa kali pun ”tertipu” masih juga mau membeli lagi. Saat mendapat yang kurang enak pun masih bisa bilang: hari ini lagi sial. Merasa masih ada hari berikutnya.

Dengan gambaran seperti itu terlalu sulit bagi kita untuk mengejar Malaysia.

Bagaimana jalan keluarnya?

Harus lebih dulu dilakukan revolusi! Yakni revolusi durian. Revolusi durian Indonesia. Yakni membabat habis pohon durian yang terlalu berjenis-jenis itu. Untuk diganti satu dua jenis saja yang unggulan semua.

Dan itu tidak mungkin. Tidak realistis.

Mana bisa penduduk diminta menebang pohon durian mereka --setidak enak apa pun rasanya. Menanam durian itu sulit. Menunggu berbuahnya lama. Untuk menggantinya dengan yang unggul tidak bisa cepat. Mereka bisa kehilangan penghasilan selama enam tahun. Siapa yang menanggung.

Tapi kalau terus dibiarkan begini, seumur hidup pun kita tidak bisa mengejar Malaysia. Padahal kita pernah bisa mengalahkan Malaysia: di kelapa sawit. Yang dulu juga pernah dinilai tidak mungkin.

Sambil menanti jalan revolusi itu muncullah harapan dari Bangka. Bukan main senangnya orang seperti saya.

Kan saya tahu. Begitu besar pasar durian di Tiongkok. Dengan penduduk 1,4 miliar. Yang pendapatan mereka terus meningkat.

Durian merupakan barang baru bagi mereka. Sampai-sampai ada yang tidak tahu bagaimana cara makan durian. Lihatlah humor yang saya sertakan di naskah ini. Lucu sekali.

Yang berjasa menduriankan Tiongkok adalah Thailand. Tapi kita semua tahu: durian Thailand kalah dengan durian Medan. Atau durian Jambi. Atau durian Pontianak. Atau durian Palu. Durian Ambon. Durian Semarang. Durian mana pun dari Indonesia.

Tapi saya tidak pernah bisa menemukan durian Indonesia di Tiongkok.

Belakangan muncullah durian musangking dari Malaysia. Yang langsung mengalahkan durian Thailand.

Semua durian di muka bumi pun langsung tewas oleh musang king --nama dan reputasinya.

Itulah yang saya ceritakan di diskusi Zoom dengan Pak Erzaldi dan Pak Djohan Aping Senin lalu.

Djohan Aping adalah orang asli Bangka. Nama sebenarnya: Djohan Riduan Hasan. Buyutnya pun sudah lahir di Bangka. Ia anak ke-8 dari sembilan bersaudara.

Djohan Aping dan keluarga (Koleksi Pribadi Djohan).

Keuletannya muncul lantaran ayahnya meninggal ketika ia baru berumur 3 tahun.

Sejak kecil ia sudah harus jualan kue bikinan ibunya: piang nanas. Saya belum pernah mendengar nama kue itu --apalagi merasakan enaknya. Ketika pak Djohan menyebut nama ”piang nanas” saya minta diulang tiga kali: agar tidak salah menuliskannya.

Dari jualan itu pula ia bisa kuliah di Tarumanegara Jakarta. Jurusan teknik mesin. Lalu bekerja di perusahaan spare part di Jakarta.

Tahun 1997 ia pulang ke Bangka. Bikin smelter tambang timah. Sepuluh tahun kemudian Djohan merintis kebun sawit di Bangka. ”Puluhan perusahaan Jakarta dan Malaysia punya kebun sawit di Bangka. Kok saya yang putra Bangka tidak punya,” katanya saat itu.

Kini Djohan punya 5.000 hektare kebun sawit. Juga mendirikan satu PKS berkapasitas 30 ton/hari. Pabrik kelapa sawitnya itu tergolong kecil di sana.

Dari kebun sawit itu Djohan memikirkan kebun durian. Itu karena ia tahu durian Bangka tidak ada duanya. Khususnya yang dua jenis tadi: namlong dan super tembaga.

”Saya dengar Pak Djohan sudah punya 500 hektare kebun durian...” tanya saya.

”Baru 200 hektare,” katanya. ”Pelan-pelan,” tambahnya merendah.

Memang targetnya sampai 500 hektare. Tidak lama lagi. Rasanya akan berhasil.

Ia pun sudah memiliki kebun pembibitan sendiri. Yang tidak sesederhana pembibitan kelapa sawit.

”Target kami Bangka harus memiliki 5.000 sampai 8.000 hektare kebun durian,” ujar Gubernur Erzaldi. ”Termasuk kebun milik masyarakat,” tambah Gubernur.

Saat ini, ujar Pak Erzaldi, Bangka sudah memiliki 800 hektare kebun durian.

”Teman saya sudah ada yang punya 500 hektare,” ujar Pak Djohan.

Djohan kini fasih sekali bicara durian. Termasuk bisa mengungkap rahasia di balik keistimewaan durian Bangka.

Tanah Bangka, katanya, adalah tanah tambang. Khususnya timah dan tembaga. Itulah yang tidak dimiliki propinsi lain.

Hanya saja tanah seperti itu kurang unsur makronya. ”Tapi unsur makro, seperti N, P, K, bisa ditambahkan,” ujar Djohan.

Dengan demikian tanah mineral tersebut menjadi pembeda dari wilayah lain.

”Jangankan durian,” ujar Djohan. ”Petai dari Bangka ini baunya baru hilang setelah dua hari,” lanjutnya.

Juga jengkol.

”Makan jengkol Bangka bisa benar-benar jengkolen,” katanya.

Saya tidak tahu apa itu jengkolen. Tapi saya akan bisa bertanya ke istri saya. Yang begitu sering merebus jengkol satu panci --dimakan sendiri.

Walhasil, tanah Bangka itulah kuncinya. Mungkin mirip tanah daerah Ipoh dan sekitarnya, Malaysia. Yang di masa lalu juga pusat tambang timah --sekaligus kini menjadi pusat musang king.

Bangka akan membayar dendam lama kita: agar Indonesia bisa ekspor buah tropik secara besar-besaran ke utara sana. Sebagai senjata pengimbang neraca perdagangan kita.

Duluuuuuu, orang dari utara membanjir ke Bangka.

Kelak, ganti durian Bangka akan mengalir ke utara. (dahlan iskan)

https://www.disway.id/r/917/super-tembaga

MADRASAH RUHANIYAH

*MADRASAH RUHANIYAH*

*_Ramadhan (7)_*

*DENGKI*
*(Hasad)‎*

*Dengki* atau *_hasad_* dapat diartikan sebagai *kebencian terhadap nikmat ‎yang ada pada diri orang lain dan berharap agar nikmat tersebut hilang dari ‎orang tersebut*. ‎

Pengertian lain tentang hasad adalah: *seseorang menginginkan ‎hilangnya kesenangan (nikmat) yang dimiliki orang lain dan berusaha ‎memindahkannya kepada dirinya*.

Nikmat yang ada pada orang lain itu bisa ‎berupa kekayaan, kepintaran, kecantikan, kedudukan, kehormatan, dan ‎kelebihan-kelebihan lainnya. ‎

Al-Qur’an mendefinisikan hasad atau dengki dengan sebuah ungkapan ‎yang sangat tepat: ‎

*_‎“Jika kamu kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, ‎tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya.”_*
(Q.S. Ali ‎‎‘Imran: 120)‎

Dalam bahasa sederhana, meminjam istilah Aa Gym, *dengki* itu adalah *‎‎“susah melihat orang lain senang, senang melihat orang lain susah.”‎*

Dalam kehidupan sehari-hari sangat mudah kita jumpai orang-orang ‎yang mempunyai sifat dengki, iri hati atau hasad.
Ciri-ciri seorang pendengki ‎dapat kita ketahui dari beberapa sikap berikut ini:‎

*1*.  Dia tidak senang melihat orang yang kaya, pintar, baik, cantik, atau lebih ‎dihormati daripada dia.‎

*2*  Dia ingin menyaingi orang tersebut dalam hal kekayaan, kepintaran dan ‎kecantikan.‎

*3*  Dia senang menggunjing atau mendengar gunjingan orang lain tentang ‎orang tersebut.‎

*4*  Dia tidak senang mendengar orang lain memuji kekayaan,  kepintaran, ‎kecantikan serta kebaikan orang tersebut.‎

*5*  Dia berusaha menjatuhkan orang tersebut dengan berbagai cara.‎

*6*  Dia senang jika orang tersebut kehilangan kekayaan, kepintaran,  ‎kecantikan, serta kehormatan dirinya.‎

Jika kita jumpai salah satu saja dari beberapa sikap di atas pada diri ‎seseorang, maka bisa dipastikan bahwa orang tersebut sudah mengidap *‎‎“penyakit”* dengki atau hasad.‎

Rasulullah Saw. bersabda, *_“Jauhkanlah (oleh kalian) dengki (hasad) ‎karena ia akan memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu ‎bakar.”_*
(HR. Abu daud) ‎

Hadis ini menegaskan bahwa sifat dengki (hasad) layaknya *virus yang ‎akan merusak serta menghancurkan seluruh file amal kebaikan seseorang*. ‎

Lantas, apa yang menyebabkan munculnya sifat dengki pada diri ‎manusia ?‎

Al-Qur’an menyebutkan dua hal yang menjadi penyebab utama rasa ‎dengki, yaitu: -- *Pertama*,
Rasa permusuhan dan kebencian, seperti disebutkan ‎dalam surat Ali Imran: 118.
- *Kedua*,
Kagum diri dan merendahkan orang lain, ‎sebagaimana dijelaskan dalam surat al-Zukhruf: 31 dan surat al-Mu’minun: ‎‎33.‎

Meski sifat dengki secara umum dilarang dalam ajaran Islam, tetapi ada ‎sifat dengki atau iri yang *_dibolehkan_*. Nabi Saw. bersabda,
*_“Hasad tidak ‎diperbolehkan kecuali dalam dua hal_*;
*Pertama*, kepada seseorang yang ‎dianugerahi Allah rizki berupa harta yang banyak dan digunakan untuk ‎kepentingan kebenaran;
*Kedua*, iri hati kepada orang yang dianugerahi Allah ‎ilmu yang banyak, dan ia mengamalkan ilmunya itu dan mengajarkannya ‎‎(kepada orang lain).”
 (HR. al-Bukhari)‎

Kamis, 30 April 2020 / 7 Ramadan 1441 H.

Salam
Fuad

Rabu, 19 Juni 2019

CONTOH PUISI


HAL PERPISAHAN INI

Mata yang berkaca-kaca...
Jantung yang berdetak-detuk tak menentu
Pikiran melayang-layang
Itulah terpaan gemuruh rasa dalam hatiku
Yang menemani saat ku tlah terpisah darimu

Waktu ini adalah saat waktu yang menyiksa
Menyiksa dirimu dan diriku
Waktu yang terasa lambat berputar
Berputar tuk berjalan melalui hari demi hari yang kan kita lalui
waktu dimana kita tak bersama-sama lagi

Kini semua hanya tinggal kenangan,
kenangan indah yang tlah kita lalui
Canda-tawa,sedih,kesal,khawatir dan rasa takut terpisahkan
Itulah perasaan yang menggumuli hati kita selama ini dan
rasa takut itu kini tlah menjadi kenyataan.
Aku mengerti kau begitu sakit saat ini
Terpisah dan terpenjara sepi disana
Namun ketahuilah sobat.....
Diri ini jauh lebih sakit merasakan semua ini

Aku bingung dan tak tahu harus bagaimana
Banyak hal yang tak dapat kukatakan dan ku jelaskan
Banyak hal yang tak kau mengerti maksud hati dan semua ini
Maafkanlah... cobalah tuk mengerti dan memahami
ambillah hikmat dari semua ini
Jauhkan rasa dendam dan benci, aku mohon...
Yakin dan percayalah semua ini kan ada hikmat nya

Ketahuilah sobatu,
aku tak akan lupa dan tak akan perrnah bisa
tentang apa yang harus memisahkan kita
Kenanglah sobat......





SALAM PERPISAHAN


Kini, hatiku tergores kesedihan
Ketika terucap salam perpisahan
Walau air mataku tak berlinang
Bukan berarti suatu kerelaan
Saat-saat langkah terayun
Jarak kita-pun semakin membentang
Akankah semuanya jadi terkenang
Atau hanyut terbawa gelombang
Bahkan mungkin terkubur oleh waktu dan keadaan

Sobat, dalam hatiku ini
Akan tetap membekas suatu kenangan
Kau sungguh baik, supel dan komunikatif
Siapapun mengenalmu pasti akan merindu
Namun untukku, janganlah kau biarkan
Aku terkulai lemas dalam kehampaan
Karena rasa kangenku yang tidak kau harapkan


JASA GURU


Guru.............
kau pahlawan tanpa tanda jasa
kau mengajar tidak mengharapkan imbalan
walau kringat tlah bercucuran

Guru...........
kalau tiada engkau pasti negara ini tak akan merdeka
semua orang akan hidup tanpa ilmu
guru engkau sangat tegar

Oh guru................
jasa mu tiada tara
semua orang sangat membutuhkan mu
jasamu kan ku kenang sepanjang masa



JASAMU JIWAKU


Tetesan keringat jerih payahmu..
Jemari-jemarinya luluh lantakan meja..
Di ajarkannya berdo’a dan bernyanyi…
Alun-alun semilir indahkan kedamaian cinta..
Menegakkan badan menghargai jasanya…
Menuruti langkahnya jejak pun ada..
Jiwanya memberikan pengorbananya..

Tinta-tinta bocor tumpahkan darahnya..
Lembaran pun tersobek-sobek singgasana..
Suaranya menggemakan dunianya…
Gertakan langkahnya dan detakan jantungnya..

Ku haturkan terima kasih kepadanya…
Wahai guruku…jiwaku…
Tanpamu aku tak akan bisa terbang hingga ke langit
Permata indah, indahkan cinta…
Gemerlap dari matamu selalu senyumkan hatiku..

Terima kasih guruku…

Angka 6

Dulu hanya ada kita bercanda
dibalik rindang pohon nan hijau
di sela-sela bangku dan aurora langit kelas
yang masih hangat terdengar bising di telinga

Gelak tawa dan gurauan
hingga tangis dan rengekan kita semasa kecil
di awal kelas 1 SD dulu
dan kini kita sudah 6 SD
angka yang semakin besar
angka yang sebentar lagi membuat kita rindu
akan masa-masa indah di ruang ini
belajar bersama
menari dan bernyanyi bersama
dimarahi bersama
serta gelak takut dan lucu saat dihukum bersama
 Terima Kasih ku untuk guru-guruku
yang telah bersama-sama mereka bangkitkan dunia dengan pendidikan
yang bermartabat untuk mencerdaskan bangsa
jasa mu guruku selalu jadi nomor satu
Jika kelak kesuksesan menghampiriku.
Terima Kasih untuk semuanya
Dan aku akan selalu merindukan Kalian…


Anak Shalih Adalah Aset Orang Tua


Anak Shalih Adalah Aset Orang Tua
Oleh: Muh. S. Darwis
Khutbah Pertama
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَسْتَهْدِيْهِ، وَنَعُوذُ بِاللهِ تَعَالَى مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، وَمَنْ لَمْ يَجْعَلِ اللهُ لَهُ نُوْرًا فَمَا لَهُ مِنْ نُوْرٍ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. قَالَ اللهُ تَعَالَى: وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَةً ضِعَافًا. (النساء: 9).
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ. وَأَحْيِنَا اَللَّهُمَّ عَلَى سُنَّتِهِ وَأَمِتْنَا عَلَى مِلَّتِهِ. وَبَعْدُ؛
Jamaah jama'ah rahimakumullah
Anak adalah buah hati bagi kedua orang tuanya yang sangat disayangi dan dicintainya.
Sewaktu bahtera rumah tangga pertama kali diarungi, maka pikiran pertama yang terlintas dalam benak suami istri adalah berapa jumlah anaknya kelak akan mereka miliki serta kearah mana anak tersebut akan dibawa.
Menurut Sunnah melahirkan anak yang banyak justru yang terbaik. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:

تَزَوَّجُوا الْوَلُوْدَ وَالْوَدُوْدَ فَإِنِّيْ مُكَاثِرٌ بِكُمْ.
Artinya: “Nikahilah wanita yang penuh dengan kasih sayang dan karena sesungguhnya aku bangga pada kalian dihari kiamat karena jumlah kalian yang banyak.” (HR. Abu Daud dan An Nasa’I, kata Al Haitsamin).
Namun yang menjadi masalah adalah kemana anak akan kita arahkan setelah mereka terlahir. Umumnya orang tua menginginkan agar kelak anak-anaknya dapat menjadi anak yang shalih, agar setelah dewasa mereka dapat membalas jasa kedua orang tuanya. Namun obsesi orang tua kadang tidak sejalan dengan usaha yang dilakukannya. Padahal usaha merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan bagi terbentuknya watak dan karakter anak. Obsesi tanpa usaha adalah hayalan semu yang tak akan mungkin dapat menjadi kenyataan.
Bahkan sebagian orang tua akibat pandangan yang keliru menginginkan agar kelak anak-anaknya dapat menjadi bintang film (Artis), bintang iklan, fotomodel dan lain-lain. Mereka beranggapan dengan itu semua kelak anak-anak mereka dapat hidup makmur seperti kaum selebritis yang terkenal itu. Padahal dibalik itu semua mereka kering akan informasi tentang perihal kehidupan kaum selebritis yang mereka puja-puja. Hal ini terjadi akibat orang tua yang sering mengkonsumsi berbagai macam acara-acara hiburan diberbagai media cetak dan elektronik, karena itu opininya terbangun atas apa yang mereka lihat selama ini.
Jamaah jum’at rahimakumullah
Kehidupan sebagian besar selebritis yang banyak dipuja orang itu tidak lebih seperti kehidupan binatang yang tak tahu tujuan hidupnya selain hanya makan dan mengumbar nafsu birahinya. Hura-hura, pergaulan bebas, miras, narkoba dan gaya hidup yang serba glamour adalah konsumsi sehari-hari mereka. Sangat jarang kita saksikan di antara mereka ada yang perduli dengan tujuan hakiki mereka diciptakan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala , kalaupun ada mereka hanya menjadikan ritualisme sebagai alat untuk meraih tujuan duniawi, untuk mengecoh masyarakat tentang keadaan mereka yang sebenarnya. Apakah kita menginginkan anak-anak kita menjadi orang yang jauh dari agamanya yang kelihatannya bahagia di dunia namun menderita di akhirat? Tentu tidak. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman:
artinya: “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang sekiranya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)mereka” (An Nisa: 9).

Pengertian lemah dalam ayat ini adalah lemah iman, lemah fisik, lemah intelektual dan lemah ekonomi. Oleh karena itu selaku orang tua yang bertanggung jawab terhadap anak-anaknya, maka mereka harus memperhatikan keempat hal ini. Pengabaian salah satu dari empat hal ini adalah ketimpangan yang dapat menyebabkan ketidak seimbangan pada anak.
Imam Ibnu Katsir dalam mengomentari pengertian lemah pada ayat ini memfokuskan pada masalah ekonomi. Beliau mengatakan selaku orang tua hendaknya tidak meninggalkan keadaan anak-anak mereka dalam keadaan miskin . (Tafsir Ibnu Katsir: I, hal 432) Dan terbukti berapa banyak kaum muslimin yang rela meninggalkan aqidahnya (murtad) di era ini akibat keadaan ekonomi mereka yang dibawah garis kemiskinan.
Banyak orang tua yang mementingkan perkembangan anak dari segi intelektual, fisik dan ekonomi semata dan mengabaikan perkembangan iman. Orang tua terkadang berani melakukan hal apapun yang penting kebutuhan pendidikan anak-anaknya dapat terpenuhi, sementara untuk memasukkan anak-anak mereka pada TK-TP Al-Qur’an terasa begitu enggan. Padahal aspek iman merupakan kebutuhan pokok yang bersifat mendasar bagi anak.
Ada juga orang tua yang menyeimbangkan pemenuhan kebutuhan bagi anak-anak mereka dari keempat masalah pokok di atas, namun usaha yang dilakukannya kearah tersebut sangat diskriminatif dan tidak seimbang. Sebagai contoh: Ada orang tua yang dalam usaha mencerdaskan anaknya dari segi intelektual telah melaksanakan usahanya yang cukup maksimal, segala sarana dan prasarana kearah tercapainya tujuan tersebut dipenuhinya dengan sungguh-sungguh namun dalam usahanya memenuhi kebutuhan anak dari hal keimanan, orang tua terlihat setengah hati, padahal mereka telah memperhatikan anaknya secara bersungguh-sungguh dalam segi pemenuhan otaknya.

Jamaah jum’at rahimakumullah.
Karena itu sebagian orang tua yang bijaksana, mesti mampu memperhatikan langkah-langkah yang harus di tempuh dalam merealisasikan obsesinya dalam melahirkan anak yang shalih. Di bawah ini akan kami ketengahkan beberapa langkah yang cukup representatif dan membantu mewujudkan obsesi tersebut:

1. Opini atau persepsi orang tua atau anak yang shalih tersebut harus benar-benar sesuai dengan kehendak Islam berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam , bersabda:
إِذَا مَاتَ بْنُ آدَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ، صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ.
Artinya: “Jika wafat anak cucu Adam, maka terputuslah amalan-amalannya kecuali tiga: Sadaqah jariah atau ilmu yang bermanfaat atau anak yang shalih yang selalu mendoakannya.” (HR.Muslim)
Dalam hadits ini sangat jelas disebutkan ciri anak yang shalih adalah anak yang selalu mendoakan kedua orang tuanya. Sementara kita telah sama mengetahui bahwa anak yang senang mendoakan orang tuanya adalah anak sedari kecil telah terbiasa terdidik dalam melaksanakan kebaikan-kebaikan,melaksanakan perintah-perintah Allah Subhannahu wa Ta'ala , dan menjauhi larangan-laranganNya. Anak yang shalih adalah anak yang tumbuh dalam naungan DienNya, maka mustahil ada anak dapat bisa mendoakan orang tuanya jika anak tersebut jauh dari perintah-perintah Allah Subhannahu wa Ta'ala dan senang bermaksiat kepadaNya. Anak yang senang bermaksiat kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala , jelas akan jauh dari perintah Allah dan kemungkinan besar senang pula bermaksiat kepada kedua orang tuanya sekaligus.
Dalam hadits ini dijelaskan tentang keuntungan memiliki anak yang shalih yaitu, amalan-amalan mereka senantiasa berkorelasi dengan kedua orang tuanya walaupun sang orang tua telah wafat. Jika sang anak melakukan kebaikan atau mendoakan orang tuanya maka amal dari kebaikannya juga merupakan amal orang tuanya dan doanya akan segera terkabul oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala .
Jadi jelaslah bagi kita akan gambaran anak yang shalih yaitu anak yang taat kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala , menjauhi larangan-laranganNya, selalu mendoakan orang tuanya dan selalu melaksanakan kebaikan-kebaikan.

2. Menciptakan lingkungan yang kondusif ke arah tercipta-nya anak yang shalih.
Lingkungan merupakan tempat di mana manusia melaksana-kan aktifitas-aktifitasnya. Secara mikro lingkungan dapat dibagi dalam tiga bagian, yaitu:

a. Lingkungan keluarga
Keluarga merupakan sebuah institusi kecil dimana anak mengawali masa-masa pertumbuhannya. Keluarga juga merupakan madrasah bagi sang anak. Pendidikan yang didapatkan merupakan pondasi baginya dalam pembangunan watak, kepribadian dan karakternya.

Jama'ah jum’at rahimakumullah
Jika anak dalam keluarga senantiasa terdidik dalam warna keIslaman, maka kepribadiannya akan terbentuk dengan warna keIslaman tersebut. Namun sebaliknya jika anak tumbuh dalam suasana yang jauh dari nilai-nilai keIslaman, maka jelas kelak dia akan tumbuh menjadi anak yang tidak bermoral.
Seorang anak yang terlahir dalam keadaan fitrah, kemudian orang tuanyalah yang mewarnainya, Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:

كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ. (رواه البخاري).
Artinya: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan yang fitrah (Islam), maka orang tuanya yang menyebabkan dia menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi.” (HR. Al-Bukhari)
Untuk itu orang tua harus dapat memanfaatkan saat-saat awal dimana anak kita mengalami pertumbuhannya dengan cara menanamkan dalam jiwa anak kita kecintaan terhadap diennya, cinta terhadap ajaran Allah Subhannahu wa Ta'ala dan RasulNya Shallallaahu alaihi wa Salam, sehingga ketika anak tersebut berhadapan dengan lingkungan lain anak tersebut memiliki daya resistensi yang dapat menangkal setiap saat pengaruh negatif yang akan merusak dirinya.

Agar dapat memudahkan jalan bagi pembentukan kepribadian bagi anak yang shalih, maka keteladanan orang tua merupakan faktor yang sangat menentukan. Oleh karena itu, selaku orang tua yang bijaksana dalam berinteraksi dengan anak pasti memperlihatkan sikap yang baik, yaitu sikap yang sesuai dengan kepribadian yang shalih sehingga anak dapat dengan mudah meniru dan mempraktekkan sifat-sifat orang tuanya
b. Lingkungan Sekolah
Sekolah merupakan lingkungan di mana anak-anak berkumpul bersama teman-temannya yang sebaya dengannya. Belajar, bermain dan bercanda adalah kegiatan rutin mereka di sekolah. Sekolah juga merupakan sarana yang cukup efektif dalam membentuk watak dan karakter anak. Di sekolah anak-anak akan saling mempengaruhi sesuai dengan watak dan karakter yang diperolehnya dalam keluarga mereka masing-masing. Anak yang terdidik secara baik di rumah tentu akan memberi pengaruh yang positif terhadap teman-temanya. Sebaliknya anak yang di rumahnya kurang mendapat pendidikan yang baik tentu akan memberi pengaruh yang negatif menurut karakter dan watak sang anak.

Faktor yang juga cukup menentukan dalam membentuk watak dan karakter anak di sekolah adalah konsep yang diterapkan sekolah tersebut dalam mendidik dan mengarahkan setiap anak didik.
Sekolah yang ditata dengan managemen yang baik tentu akan lebih mampu memberikan hasil yang memuaskan dibandingkan dengan sekolah yang tidak memperhatikan sistem managemen. Sekolah yang sekedar dibangun untuk kepentingan bisnis semata pasti tidak akan mampu menghasilkan murid-murid yang berkwalitas secara maksimal, kualitas dalam pengertian intelektual dan moral keagamaan.
Kualitas intelektual dan moral keagamaan tenaga pengajar serta kurikulum yang dipakai di sekolah termasuk faktor yang sangat menentukan dalam melahirkan murid yang berkualitas secara intelektual dan moral keagamaan.
Oleh sebab itu orang tua seharusnya mampu melihat secara cermat dan jeli sekolah yang pantas bagi anak-anak mereka. Orang tua tidak harus memasukkan anak mereka di sekolah-sekolah favorit semata dalam hal intelektual dan mengabaikan faktor perkembangan akhlaq bagi sang anak, karena sekolah tersebut akan memberi warna baru bagi setiap anak didiknya.
Keseimbangan pelajaran yang diperoleh murid di sekolah akan lebih mampu menyeimbangkan keadaan mental dan intelektualnya. Karena itu sekolah yang memiliki keseimbangan kurikulum antara pelajaran umum dan agama akan lebih mampu memberi jaminan bagi seorang anak didik.

c. Lingkungan Masyarakat
Masyarakat adalah komunitas yang terbesar dibandingkan dengan lingkungan yang kita sebutkan sebelumnya. Karena itu pengaruh yang ditimbulkannya dalam merubah watak dan karakter anak jauh lebih besar.
Masyarakat yang mayoritas anggotanya hidup dalam kemaksiatan akan sangat mempengaruhi perubahan watak anak kearah yang negatif. Dalam masyarakat seperti ini akan tumbuh berbagai masalah yang merusak ketenangan, kedamaian, dan ketentraman.
Anak yang telah di didik secara baik oleh orang tuanya untuk selalu taat dan patuh pada perintah Allah Subhannahu wa Ta'ala dan RasulNya, dapat saja tercemari oleh limbah kemaksiatan yang merajalela disekitarnya. Oleh karena itu untuk dapat mempertahankan kwalitas yang telah terdidik secara baik dalam institusi keluarga dan sekolah, maka kita perlu bersama-sama menciptakan lingkungan masyarakat yang baik, yang kondusif bagi anak.

Masyarakat terbentuk atas dasar gabungan individu-individu yang hidup pada suatu komunitas tertentu. Karena dalam membentuk masyarakat yang harmonis setiap individu memiliki peran dan tanggung jawab yang sama. Persepsi yang keliru biasanya masih mendominasi masyarakat. Mereka beranggapan bahwa yang bertanggung jawab dalam masalah ini adalah pemerintah, para da’i, pendidik atau ulama. Padahal Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam , bersabda:
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ. (رواه مسلم).
Artinya: “Barangsiapa di antaramu melihat kemungkaran hendaklah ia merubahnya dengan tangannya, jika ia tidak sanggup maka dengan lidahnya, dan jika tidak sanggup maka dengan hatinya. Dan itu adalah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim)
Jika setiap orang merasa tidak memiliki tanggung jawab dalam hal beramar ma’ruf nahi munkar, maka segala kemunkaran bermunculan dan merajalela di tengah masyarakat kita dan lambat atau cepat pasti akan menimpa putra dan putri kita. Padahal kedudukan kita sebagai umat yang terbaik yang dapat memberikan ketentraman bagi masyarakat kita hanya dapat tercapai jika setiap individu muslim secara konsisten menjalankan amar ma’ruf nahi munkar, karena Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman:
Artinya: “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah...” (Ali Imran: 110).

Jamaah jum’at rahimakumullah
Amar ma’ruf adalah kewajiban setiap individu masing-masing yang harus dilaksanakan. Jika tidak maka Allah Subhannahu wa Ta'ala , pasti akan menimpakan adzabnya di tengah-tengah kita dan pasti kita akan tergolong orang-orang yang rugi Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman:
Artinya: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung.” (Ali-Imran: 104).

Untuk itu di akhir khutbah ini marilah kita bersama-sama merasa peduli terhadap kelangsungan hidup generasi kita, semoga dengan kepedulian kita itulah Allah Subhannahu wa Ta'ala akan senantiasa menurunkan pertolonganNya kepada kita dan memenangkan Islam di atas agama-agama lainnya. Marilah kita berdo’a kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala .
رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلاَةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْ، رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءَ. رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ، وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ.
Khutbah kedua.
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ؛
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ. اَللَّهُمَ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَرْخِصْ أَسْعَارَهُمْ وَآمِنْهُمْ فِيْ أَوْطَانِهِمْ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.




Senin, 10 April 2017

MODEL PEMBELAJARAN PAIKEM

Berbagai Macam Strategi Pembelajaran PAIKEM dan Langkah Penerapanya

Strategi Paikem
Dalam kegiatan belajar mengajar daya serap peserta didik tidaklah sama. Dalam menghadapi perbedaan tersebut, strategi pengajaran yang tepat sangat dibutuhkan. Metode pembelajaran merupakan salah satu strategi pembelajaran yang dapat dilakukan oleh guru untuk menghadapi masalah tersebut sehingga pencapaian tujuan pengajaran dapat tercapai dengan baik. Dengan pemanfaatan metode yang efektif dan efisien, guru akan mampu mencapai tujuan pengajaran. Proses belajar-mengajar yang baik, hendaknya mempergunakan berbagai jenis metode pembelajaran secara bergantian atau saling bahu membahu satu sama lain.

Berikut ini akan kami bagikan model dan strategi pembelajaran aktif (Active learning) atau yang sring kita kenal dengan sebutan Strategi PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan). Metode PAIKEM sebagai alternatif yang dapat digunakan oleh guru untuk dapat mengaktifkan peserta didik, baik secara individu maupun kelompok.

Guru diharapkan dapat melakukan pengembangan, modifikasi, improvisasi atau mencari strategi atau metode lain yang dipandang lebih tepat. Karena pada dasarnya tidak ada strategi yang paling ideal/baik. Masing-masing strategi memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri. Hal ini sangat tergantung pada beberapa faktor, seperti tujuan yang hendak dicapai, pengguna strategi (guru), ketersediaan fasilitas, kondisi peserta didik dan kondisi lainnya.

Aplikasi strategi PAIKEM harus bersifat variatif. Sekian banyak model strategi PAIKEM seharusnya tidak diterapkan secara tunggal, melainkan harus dikombinasi antara satu strategi dengan strategi lainnya. Kombinasi dua strategi atau lebih ini sangat menopang ketuntasan pencapaian tujuan optimal. Pemilihan dua atau lebih strategi dalam satu proses pembelajaran harus melihat dan mencermati Kompetensi Dasar disampaikan. Disamping itu, kombinasi dua strategi atau lebih ini sangat sesuai dengan prinsip dasar PAIKEM, yakni, pembelajaran serba variasi. Proses pembelajaran harus menggunakan variasi metode, variasi strategi, variasi media, dan variasi sumber belajar.

Berikut ini macam-macam metode pembelajatan PAIKEM dan langkah-langkah penerapanya :

1. EVERYONE IS A TEACHER HERE (Setiap murid sebagai guru)

Langkah-langkah Penerapan :
  1. Bagikan kertas kepada setiap peserta didik dan mintalah mereka untuk menuliskan sebuah pertanyaan tentang materi pokok yang telah atau sedang dipelajari, atau topik khusus yang ingin mereka diskusikan dalam kelas.
  2. Kumpulkan kertas-kertas tersebut, dikocok dan dibagikan kembali secara acak kepada masing-masing peserta didik dan diusahakan pertanyaan tidak kembali kepada yang bersangkutan.
  3. Mintalah mereka membaca dan memahami pertanyaan di kertas masing-masing, sambil memikirkan jawabannya.
  4. Undang sukarelawan (volunter) untuk membacakan pertanyaan yang ada di tangannya (untuk menciptakan budaya bertanya, upayakan memotivasi siswa untuk angkat tangan bagi yang siap membaca--tanpa langsung menunjuknya).
  5. Mintalah dia memberikan respons (jawaban/penjelasan) atas pertanyaan atau permasalahan tersebut, kemudian mintalah kepada teman sekelasnya untuk memberi pendapat atau melengkapi jawabannya.
  6. Berikan apresiasi (pujian/tidak menyepelekan) terhadap setiap jawaban/tanggapan siswa agar termotivasi dan tidak takut salah.
  7. Kembangkan diskusi secara lebih lanjut dengan cara siswa bergantian membacakan pertanyaan di tangan masing-masing sesuai waktu yang tersedia.
  8. Guru melakukan kesimpulan, klarifikasi, dan tindak lanjut.
Tujuan penerapan metode ini adalah: membiasakan peserta didik untuk belajar aktif secara individu dan membudayakan sifat berani bertanya, tidak minder dan tidak takut salah.

2. WRITING IN HERE AND NOW (Menulis Pengalaman secara Langsung)

Menulis dapat membantu peserta didik merefleksikan pengalaman-pengalaman yang telah mereka alami. Langkah-langkah penerapan strategi ini adalah : 
  1. Guru memilih jenis pengalaman yang diinginkan untuk ditulis oleh peserta didik. Ia bisa berupa peristiwa masa lampau atau yang akan datang. Guru menginformasikan kepada peserta didik tentang pengalaman yang telah dipilih untuk tujuan penulisan reflektif. Guru memberitahu mereka bahwa cara yang berharga untuk merefleksikan pengalaman adalah mengenangkan atau mengalaminya untuk pertama kali di sini dan saat sekarang. Dengan demikian tindakan itu menjadikan pengaruh lebih jelas dan lebih dramatik dari pada menulis tentang sesuatu di "sana dan kemudian" atau di masa depan yang jauh.
  2. Guru memerintahkan peserta didik untuk menulis, saat sekarang, tentang pengalaman yang telah dipilih. Perintahkan mereka untuk memulai awal pengalaman dan menulis apa yang sedang mereka dan lainnya lakukan dan rasakan. Guru menyuruh peserta didik untuk menulis sebanyak mungkin yang mereka inginkan tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi dan perasaan-perasaan yang dihasilkannya.
  3. Guru memberikan waktu yang cukup untuk menulis. Peserta didik seharusnya tidak merasa terburu-buru. Ketika mereka selesai, guru mengajak mereka untuk membacakan tentang refleksinya.
  4. Guru mendiskusikan hasil pengalaman peserta didik tersebut bersama-sama.
  5. Guru melakukan kesimpulan, klarifikasi, dan tindak lanjut.

3. READING ALOUD (Metode Membaca dengan Keras) 

Membaca suatu teks dengan keras dapat membantu peserta didik memfokuskan perhatian secara mental, menimbulkan pertanyaan-pertanyaan, dan merangsang diskusi. Strategi tersebut mempunyai efek pada memusatkan perhatian dan membuat suatu kelompok yang kohesif. Prosedur dari strategi ini adalah sebagai berikut : 
  1. Guru memilih sebuah teks yang cukup menarik untuk dibaca dengan keras, misalnya tentang manasik haji. Guru hendaknya membatasi dengan suatu pilihan teks yang kurang dari 500 kata.
  2. Guru menjelaskan teks itu pada peserta didik secara singkat. Guru memperjelas poin-poin kunci atau masalah-masalah pokok yang dapat diangkat.
  3. Guru membagi bacaan teks itu dengan alinea-¬alinea atau beberapa cara lainnya. Guru menyuruh sukarelawan-sukarelawan untuk membaca keras bagian-bagian yang berbeda.
  4. Ketika bacaan-bacaan tersebut berjalan, guru menghentikan di beberapa tempat untuk menekankan poin-poin tertentu, kemudian guru memunculkan beberapa pertanyaan, atau memberikan contoh-contoh. Guru dapat membuat diskusi-diskusi singkat jika para peserta didik menunjukkan minat dalam bagian tertentu. Kemudian guru melanjutkan dengan menguji apa yang ada dalam teks tersebut.
  5. Guru melakukan kesimpulan, klarifikasi, dan tindak lanjut.

CATATAN :
Ketiga contoh strategi di atas bertujuan untuk lebih memotivasi pembelajaran aktif secara individu. Sedangkan contoh berikutnya lebih memotivasi belajar aktif bersama, cooperative learning.

4. THE POWER OF TWO & FOUR (Menggabung 2 dan 4 Kekuatan)

Langkah-langkah Penerapan :
  1. Tetapkan satu masalah/pertanyaan terkait dengan Kompetensi Dasar/Indikator/Tujuan pembelajaran.
  2. Beri kesempatan pada peserta untuk berpikir sejenak tentang masalah tersebut.
  3. Bagikan kertas pada tiap peserta didik untuk menuliskan pemecahan masalah/ jawaban (secara mandiri) lalu periksalah hasil kerjanya.
  4. Perintahkan peserta didik bekerja berpasangan 2 orang dan berdiskusi tentang jawaban masalah tersebut, lalu periksalah hasil kerjanya.
  5. Peserta didik membuat jawaban baru atas masalah yang disepakati berdua, lalu 
  6. Selanjutnya perintahkan peserta didik bekerja berpasangan 4 orang dan berdiskusi lalu bersepakat mencari jawaban terbaik, lalu periksalah hasil kerjanya.
  7. Jawaban bisa ditulis dalam kertas atau lainnya, dan guru memeriksa dan memastikan setiap kelompok telah menghasilkan kesepakatan terbaiknya menjawab masalah yang dicari.
  8. Guru mengemukakan penjelasan dan solusi atas permasalahan yang didiskusikan tadi.
  9. Guru melakukan kesimpulan, klarifikasi, dan tindak lanjut.
Tujuan penerapan metode ini adalah membiasakan belajar aktif secara individu dan kelompok (belajar bersama hasilnya lebih berkesan).

5. INFORMATION SEARCH (Mencari Informasi)

Langkah-langkah Penerapan :
  1. Tersedia referensi terkait topik pembelajaran tertentu sesuai Kompetensi Dasar/Indikator/Tujuan pembelajaran. (misalnya: hakikat manusia dalam Islam).
  2. Guru menyusun kompetensi dari topik tersebut.
  3. Mampu mengidentifikasi karakter manusia Muslim kaffah.
  4. Guru membuat pertanyaan untuk memperoleh kompetensi tersebut.
  5. Carilah ayat dan Hadis terkait.
  6. Bagi kelas dalam kelompok kecil (maksimal 3 orang).
  7. Peserta ditugasi mencari bahan di perpustakaan/warnet yang sudah diketahui oleh guru bahwa bahan tersebut benar-benar ada.
  8. Setelah peserta mencari dan kembali ke kelas, guru membantu dengan cara membagi referensi kepada mereka.
  9. Peserta diminta mencari jawaban dalam referensi tersebut yang dibatasi oleh waktu (mis 10 menit) oleh guru.
  10. Hasilnya didiskusikan bersama seluruh kelas.
  11. Guru menjelaskan materi pelajaran terkait dengan topik tersebut.
  12. Guru melakukan kesimpulan, klarifikasi, dan tindak lanjut.
Tujuan penerapan metode ini adalah memberi kesempatan peserta didik untuk menemukan suatu ilmu pengetahuan dengan proses mencari sendiri.

6. POINT- COUNTER POINT (Beradu pandangan sesuai perspektif tertentu) 

Langkah-langkah Penerapan :
  1. Pilih satu topik yang mempunyai dua perspektif (pandangan) atau lebih.
  2. Bagi kelas menjadi beberapa kelompok sesuai dengan perspektif (pandangan yang ada).
  3. Pastikan bahwa masing-masing kelompok duduk pada tempat yang terpisah.
  4. Mintalah masing-masing kelompok untuk menyiapkan argumen sesuai dengan perspektif kelompoknya.
  5. Pertemukan kembali masing-masing kelompok dan beri kesempatan salah satu kelompok tertentu untuk memulai berdebat dengan menyampaikan argumen yang disepakati dalam kelompok.
  6. Undang anggota kelompok lain untuk menyampaikan pandangan yang berbeda. Demikian seterusnya.
  7. Beri klarifikasi atau kesimpulan dengan membandingkan isu-isu yang anda amati.
Tujuan penerapan strategi ini adalah untuk melatih peserta didik agar mencari argumentasi yang kuat dalam memecahkan suatu masalah yang aktual di masyarakat sesuai dengan posisi yang diperankan.

7. READING GUIDE (Bacaan terbimbing)

Langkah-langkah Penerapan :
  1. Tentukan bacaan yang akan dipelajari.
  2. Buatlah pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab oleh peserta atau kisi-kisi dan boleh juga bagan atau skema yang dapat diisi oleh mereka dari bahan bacaan yang telah dipilih tadi.
  3. Bagikan bahan bacaan dengan pertanyaan atau kisi-kisinya kepada peserta.
  4. Tugas peserta adalah mempelajari bahan bacaan tersebut dengan menggunakan pertanyaan atau kisi-kisi yang ada. Batasi aktivitas ini sehingga tidak memakan waktu yang berlebihan.
  5. Bahas pertanyaan atau kisi-kisi tersebut dengan menanyakan jawaban kepada peserta.
  6. Pada akhir pembelajaran, berilah ulasan atau penjelasan secukupnya.
  7. Guru melakukan kesimpulan, klarifikasi, dan tindak lanjut.
Tujuan penerapan strategi ini adalah membantu peserta didik lebih mudah dan terfokus dalam memahami suatu materi pokok.

8. ACTIVE DEBATE (Debat aktif)

Langkah-langkah Penerapan :
  1. Kembangkan suatu pertanyaan yang berkaitan dengan sebuah kasus atau isu kontroversial dalam suatu topik yang relevan dengan Kompetensi Dasar/Indikator/Tujuan pembelajaran.
  2. Bagi kelas menjadi dua kelompok; tugaskan mereka pada posisi “pro” satu kelompok, dan posisi “kontra” pada kelompok lainnya.
  3. Minta setiap kelompok untuk menunjuk wakil mereka, dua atau tiga orang sebagai juru bicara dengan posisi duduk saling berhadapan.
  4. Awali “debat” ini dengan meminta masing-masing juru bicara untuk mengemukakan pandangannya secara bergantian.
  5. Setelah itu, juru bicara ini akan kembali ke kelompok mereka untuk minta pendapat guna mengatur strategi untuk membuat bantahan pada kelompok lainnya.
  6. Apabila dirasa cukup, maka hentikan debat ini (pada saat puncak perdebatan) dengan tetap menyisakan waktu sebagai follow up dari kasus yang diperdebatkan.
  7. Guru melakukan kesimpulan, klarifikasi, dan tindak lanjut.
Tujuan penerapan metode ini adalah untuk melatih peserta didik agar mencari argumentasi yang kuat dalam memecahkan suatu masalah yang kontroversial serta memiliki sikap demokratis dan saling menghormati terhadap perbedaan pendapat. 

9. INDEX CARD MATCH (Mencari jodoh/pasangan kartu)

Langkah-langkah Penerapan :
  1. Buatlah potongan-potongan kertas sejumlah peserta dalam kelas dan kertas tersebut dibagi menjadi dua kelompok.
  2. Tulis pertanyaan tentang materi yang telah diberikan sebelumnya pada potongan kertas yang telah dipersiapkan. Setiap kertas satu pertanyaan.
  3. Pada potongan kertas yang lain, tulislah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang telah dibuat.
  4. Kocoklah semua kertas tersebut sehingga akan tercampur antara soal dan jawaban.
  5. Bagikan setiap peserta satu kertas. Jelaskan bahwa ini aktivitas yang dilakukan berpasangan. Sebagian peserta akan mendapatkan soal dan sebagian yang lain akan mendapatkan jawaban.
  6. Mintalah peserta untuk mencari pasangannya. Jika sudah ada yang menemukan pasangannya, mintalah mereka untuk duduk berdekatan. Jelaskan juga agar mereka tidak memberikan materi yang mereka dapatkan kepada teman yang lain.
  7. Setelah semua peserta menemukan pasangan dan duduk berdekatan, mintalah setiap pasangan secara bergantian membacakan soal yang diperoleh dengan suara keras kepada teman-teman lainnya. Selanjutnya soal tersebut dijawab oleh pasangannya. Demikian seterusnya.
  8. Akhiri proses ini dengan klarifikasi dan kesimpulan serta tindak lanjut.
Tujuan penerapan metode ini adalah untuk melatih peserta didik agar lebih cermat dan lebih kuat pemahamannya terhadap suatu materi pokok.

10. JIGSAW LEARNING (Belajar melalui tukar delegasi antar kelompok/ Tim ahli) 

Langkah-langkah Penerapan :
  1. Pilih materi pembelajaran yang dapat dibagi menjadi beberapa segmen (bagian).
  2. Bagilah peserta menjadi beberapa kelompok sesuai dengan jumlah segmen yang ada. Jika jumlah peserta 25 sedang jumlah segmen yang ada ada 5 maka masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang.
  3. Setiap kelompok mendapat tugas membaca, memahami dan mendiskusikan serta membuat ringkasan materi pembelajaran yang berbeda.
  4. Setiap kelompok mengirimkan anggotanya ke kelompok lain untuk menyampaikan apa yang telah mereka pelajari di kelompoknya.
  5. Kembalikan suasana kelas seperti semula kemudian tanyakan seandainya ada persoalan-persoalan yang tidak terpecahkan dalam kelompok.
  6. Berilah peserta didik pertanyaan untuk mengecek pemahaman mereka terhadap materi yang dipelajari.
  7. Guru melakukan kesimpulan, klarifikasi, dan tindak lanjut.
Tujuan penerapan metode ini adalah untuk melatih peserta didik agar terbiasa berdiskusi dan bertanggung jawab secara individu untuk membantu memahamkan tentang suatu materi pokok kepada teman sekelasnya.

11. ROLE PLAY (Bermain Peran)

Langkah-langkah Penerapan :
  1. Menetapkan topik : (Konflik interpersonal, Konflik antar golongan, Perbedaan pendapat/perspektif, dll.
  2. Tunjuk dua orang siswa/peserta didik maju ke depan untuk memerankan karakter tertentu: 10 -15 menit.
  3. Mintalah keduanya untuk bertukar peran.
  4. Hentikan role play apabila telah mencapai puncak tinggi/dirasa sudah cukup.
  5. Pada saat kedua siswa/peserta didik memerankan karakter tertentu di muka kelas, siswa/peserta didik lainya diminta untuk mengamati dan menuliskan tanggapan mereka.
  6. Guru melakukan kesimpulan, klarifikasi, dan tindak lanjut.
Tujuan penerapan metode ini adalah :
  • Memberikan pengalaman kongkrit dari apa yang telah dipelajari.
  • Mengilustrasikan prinsip-prinsip dari materi pembelajaran.
  • Menumbuhkan kepekaan terhadap masalah-masalah hubungan sosial.
  • Menyiapkan/menyediakan dasar-dasar diskusi yang kongkrit.
  • Menumbuhkan minat dan motivasi belajar siswa/peserta didik.
  • Menyediakan sarana untuk mengekspresikan perasaan yang tersembunyi di balik suatu keinginan.


12. DEBAT BERANTAI

Langkah-langkah Penerapan :
  1. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok kecil.
  2. Masing-masing kelompok ditunjuk koordinator untuk menulis.
  3. Mereka diberi konsep atau gagasan yang mengundang pro-kontra.
  4. Masing-masing kelompok memberikan pendapatnya dengan cara : Koordinator mengatur posisi duduk melingkar, Setiap anggota kelompok menyampaikan ide setuju dengan alasannya, bergantian anggota yang lain tidak setuju dengan alasannya, Pada putaran kedua, anggota yang tadi setuju berganti menyampaikan ide tidak setuju disertai alasan, sementara yang tidak setuju berganti menyampaikan setuju disertai alasannya, demikian hingga semua anggota selesai menyampaikan pendapat bebasnya.
  5. Guru meminta siswa secara sukarela maju ke depan untuk menuliskan alasan yang setuju dan tidak setuju dari masing-masing kelompok tadi.
  6. Guru menyimpulkan dan melakukan refleksi serta tindak lanjut.
Tujuan penerapan metode ini adalah untuk menggali kemampuan peserta didik agar bisa memberikan argumentasi (reasoning) antara dua pendapat yang kontradiktif supaya tidak berpikir ekstrem dalam menyikapi suatu masalah. 

13. LISTENING TEAM (Tim Pendengar) 

Strategi ini dimaksudkan untuk mengaktifkan seluruh peserta didik dengan membagi peserta didik secara berkelompok dan memberikan tugas yang berbeda kepada masing-masing kelompok tersebut. Strategi ini dapat dibuat dengan prosedur sebagai berikut : 
  1. Peserta didik dibagi ke dalam empat kelompok. Setiap kelompok mempunyai peran dan tugas sendiri-sendiri. Kelompok 1 (sebagai kelompok penanya) bertugas membuat pertanyaan yang didasarkan pada materi yang telah disampaikan oleh guru. Kelompok 2 (sebagai kelompok setuju) bertugas menyatakan poin-poin mana yang disepakati dan menjelaskan alasannya. Kelompok 3 (sebagai kelompok tidak setuju) bertugas mengomentari poin mana yang tidak disetujui dan menjelaskan alasannya. Kelompok 4 (sebagai pembuat contoh) bertugas membuat contoh atau aplikasi materi yang baru disampaikan oleh guru.
  2. Guru menyampaikan materi pelajaran. Setelah selesai, kelompok-kelompok tersebut diberi waktu untuk melaksanakan tugas sesuai dengan yang ditetapkan. Tugas guru memberikan pengarahan dan pendampingan agar empat kelompok tersebut mengemukakan tugasnya dengan baik. Selain itu, guru juga memberikan komentar dan meluruskan jika ada pendapat kelompok yang menyimpang terlalu jauh dari materi pelajaran.
  3. Guru melakukan klarifikasi, kesimpulan dan tindak lanjut.
Tujuan penerapan metode ini adalah untuk melatih peserta didik agar terbiasa belajar kelompok secara harmonis untuk mencapai hasil belajar yang lebih efektif.

14. TEAM QUIZ (Pertanyaan Kelompok) 

Prosedur metode ini adalah sebagai berikut : 
  1. Guru memilih topik yang dapat dipresentasikan dalam tiga bagian, misalnya tentang pernikahan dan perceraian dalam Islam.
  2. Guru membagi peserta didik menjadi tiga kelompok.
  3. Guru menjelaskan bentuk sesinya dan memulai presentasi. Guru membatasi presentasi sampai 10 menit atau kurang.
  4. Guru meminta tim A menyiapkan quiz yang berjawaban singkat. Quiz ini tidak memakan waktu lebih dari lima menit untuk persiapan. Tim B dan C memanfaatkan waktu untuk meninjau lagi catatan mereka.
  5. Tim A menguji anggota tim B. Jika Tim B tidak bisa menjawab, Tim C diberi kesempatan untuk menjawabnya.
  6. Tim A melanjutkan ke pertanyaan selanjutnya kepada anggota Tim C, dan mengulangi proses yang sarna.
  7. Ketika quiz selesai, guru melanjutkan pada bagian kedua pelajaran, dan menunjuk Tim B sebagai pemimpin quiz.
  8. Setelah Tim B menyelesaikan ujian tersebut, guru melanjutkan pada bagian ketiga dan menentukan tim C sebagai pemimpin quiz.
Tujuan penerapan metode Teknik tim ini dapat meningkatkan kemampuan tanggungjawab peserta didik tentang apa yang mereka pelajari melalui cara yang menyenangkan dan tidak menakutkan.

15. SMALL GROUP DISCUSSION (Diskusi Kelompok Kecil)

Langkah-langkah Penerapan : 
  1. Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok kecil (misal: maksimal 5 murid).
  2. Setiap kelompok menyepakati ketua dan sekretaris kelompok.
  3. Guru menyiapkan lembar kerja (LK) berisi soal studi kasus/permasalahan untuk dipecahkan siswa sesuai dengan Kompetensi Dasar/Indikator/Tujuan pembelajaran.
  4. Guru menginstruksikan setiap kelompok untuk mendiskusikan soal studi kasus/permasalahan tersebut.
  5. Setiap kelompok melaksanakan diskusi secara intensif.
  6. Guru mendampingi, memeriksa dan memastikan setiap anggota kelompok berpartisipasi aktif dalam diskusi.
  7. Guru mengelola jalannya diskusi dengan manajemen waktu yang tersedia.
  8. Guru menginstruksikan setiap kelompok melalui juru bicara yang ditunjuk menyajikan hasil diskusinya dalam forum kelas secara bergantian dan urut.
  9. Guru melakukan klarifikasi, penyimpulan dan tindak lanjut.
Tujuan penerapan metode ini adalah: agar peserta didik memiliki ketrampilan memecahkan masalah terkait materi pokok dan persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

16. CARD SORT (menyortir kartu)

Langkah-langkah Penerapan :
  1. Guru menyiapkan kartu berisi tentang materi pembelajaran sesuai Kompetensi Dasar/Indikator/Tujuan pembelajaran. (Catatan: @perkirakan jumlah kartu sama dengan jumlah murid di kelas. @Isi kartu terdiri dari kartu induk/topik utama dan kartu rincian). 
  2. Seluruh kartu diacak/dikocok agar campur.
  3. Bagikan kartu kepada murid dan pastikan masing memperoleh satu (boleh dua).
  4. Perintahkan setiap murid bergerak mencari kartu induknya dengan mencocokkan kepada kawan sekelasnya.
  5. Setelah kartu induk beserta seluruh kartu rinciannya ketemu, perintahkan masing-masing membentuk kelompok dan menempelkan hasilnya di papan secara urut.
  6. Lakukan koreksi bersama setelah semua kelompok menempelkan hasilnya.
  7. Mintalah salah satu penanggungjawab kelompok untuk menjelaskan hasil sortir kartunya, kemudian mintalah komentar dari kelompok lainnya.
  8. Berikan apresiasi setiap hasil kerja murid.
  9. Lakukan klarifikasi, penyimpulan dan tindak lanjut.
Tujuan : Mengaktifkan setiap individu sekaligus kelompok (cooperative learning) dalam belajar.

17. GALLERY WALK (Pameran berjalan)

Langkah-langkah Penerapan :
  1. Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok.
  2. Guru menentukan suatu topik terkait materi pembelajaran untuk bahan diskusi.
  3. Setiap kelompok melakukan tugas diskusi yang dibimbing guru.
  4. Hasil diskusi dituangkan pada kertas plano/ flip cart.
  5. Hasil kerja kelompok ditempel di atas dinding (diberi jarak antar kelompok).
  6. Setiap kelompok berputar mengamati hasil kerja kelompok lain.
  7. Salah satu wakil kelompok menjelaskan setiap apa yang ditanyakan oleh kelompok lain.
  8. Koreksi/review bersama-sama.
  9. Klarifikasi dan penyimpulan.
Tujuan penerapan metode ini: Membangun kerjasama kelompok (Cooperative learning) dan saling memberi apresiasi dan koreksi dalam belajar.

18. JEOPARDY GAME

Jeopardy game berarti permainan jeopardy. Permainan ini digunakan untuk kelas dengan satukomputer untuk memudahkan terciptanya pembelajaran aktid dan interaktif.

Permainan Jeopardy adalah permainan dimana pemain diberi jawaban dan harus mencari dan memberikan pertanyaan. Permainan ini hampir mirip dengan quiz. Hanya saja, permainan jeopardy ini didisain dalam sebuah program. Permainan ini dirancang dengan sedemikian rupa, dan untuk merangsang gairah belajar siswa, setiap pertanyaan yang berhasil dijawab diberi harga. Makin sulit pertanyaan, makin tinggi nilai yang diberikan.

Aturan permainan :
  1. Semua pertanyaan diperebutkan. Tim yang berhak menjawab adalah yang tercepat tunjuk tangan dan sudah dipersilahkan fasilitator.
  2. Setiap tim harus memilih satu anggota sebagai juru bicara untuk menjawab. Jawaban dari selain juru biacara dianggap tidak sah, dan boleh direbut tim lain.
  3. Apabila ada kategori yang dijawab salah oleh suatu tim, kategori tersebut diperebutkan kembali.
  4. Setiap anggota tim diperbolehkan tunjuk tangan.
  5. Setiap tim yang berhasil menjawab dengan benar menunjukkan yel-yel, dan berhak memilih kategori selanjutnya.
  6. Keputusan juri bersifat mutlak, tidak dapat diganggu gugat.

19. STRATEGI CERAMAH PLUS (Ceramah Bervariasi/ ceramah interaktif)

Metode ceramah (melulu ceramah) adalah metode yang paling disuka dan banyak digunakan guru dalam proses pembelajaran di kelas, karena dianggap paling mudah dan praktis dilaksanakan. Meskipun metode ceramah memiliki kelebihan, mari kita melakukan refleksi terhadap kelemahan metode ceramah dan kemudian kita maksimalkan penerapannya sehingga menjadi ”metode ceramah plus” atau “ Ceramah bervariasi”. 

Beberapa Kelemahan Metode Ceramah :
  • Bersifat monoton (tidak variatif).
  • Cepat Membosankan.
  • Siswa tidak aktif.
  • Informasi hanya satu arah.
  • Feed back (umpan balik) relatif rendah.
  • Terlalu menggurui dan dirasa melelahkan siswa.
  • Kurang melekat pada ingatan siswa (short term memory).
  • Kurang terkendali, baik waktu maupun materi.
  • Kurang mengembangkan kreatifitas siswa.
  • Menjadikan siswa hanya sebagai objek didik.
  • Kurang merangsang siswa untuk membaca.
Saran memaksimalkan metode ceramah :

a. Membangun minat siswa :
  • awali dengan cerita atau gambar/ ilustrasi menarik.
  • Ajukan kasus atau masalah.
  • Ajukan pertanyaan
b. Maksimalkan pemahaman dan ingatan/kesan siswa :
  • Berikan kata-kata kunci.
  • Beri contoh dan analogi.
  • Gunakan multimedia visual/ Audio visual atau media lainnya.
c. Melibatkan siswa :
  • Beri kesempatan siswa menjawab pertanyaan dan memberi contoh.
  • Selingi penyajian dengan aktivitas singkat (kondisional)
d. Memperkuat pembelajaran :
  • Terapkan materi pembelajaran pada masalah
  • Minta siswa mengkaji ulang materi yg disampaikan.

20. BILLBOARD RANKING 

Banyak materi belajar tidak mencakup isi yang berupa pernyataan yang benar atau salah. Misalnya pembahasan tentang hikmah-hikmah shalat, haji atau zakat. Uraian tentang hal itu sangat terbuka bagi siapapun untuk menambah atau menguranginya dengan memberikan argumentasi yang tepat. Ketika nilai, opini, ide, dan preferensi menyinggung topik yang sedang Anda ajarkan, aktivitas ini dapat digunakan untuk menstimulasi refleksi dan diskusi.

Prosedur :
  1. Kelompokkan peserta didik menjadi beberapa grup yang terdiri empat sampai enam peserta.
  2. Berilah peserta didik daftar yang sama, misalnya : Hikmah-hikmah shalat, Hikmah-hikmah zakat, Hikmah-hikmah haji, Sebab-sebab keruntuhan dinasti Bani Umayah, Sebab-sebab keruntuhan dinasti Bani Abbas.
  3. Berilah setiap grup kertas Post-it. Mintalah mereka menulis setiap item di atas daftar di lembaran terpisah.
  4. Berikutnya minta setiap grup untuk memilah-milah lembaran-lembaran sehingga point-pont terpenting yang mereka pilih ada di puncak dan sisanya berada urutan pada berikutnya secara berranking.
  5. Buatlah "papan pengumuman" di mana setiap grup dapat memamerkan pilihan urutan rangkingnya. (catatan Post-it dapat dipindahkan ke papan tulis, flip chart, atau lembaran kertas yang lebar).
  6. Bandingkan dan kontraskan dengan ranking lintas grup yang sekarang dipamerkan secara visual.
Aktivitas ini dapat digunakan untuk menstimulasi refleksi dan diskusi. 

Variasi :
  1. Usahakan mencapai konsensus seluruh kelas.
  2. Perintahkan peserta didik untuk menginterview anggota kelompok yang mempunyai ranking berbeda dari miliknya.

21. CRITICAL INCIDENT

Metode ini digunakan untuk memulai pembelajaran, dengan tujuan untuk melibatkan siswa sejak awal dengan melihat pengalaman mereka. Critical incident dapat diartikan sebagai kejadian penting, pengalaman yang membekas dalam ingatan. Belajar dengan menggunakan metode ini bertujuan untuk melibatkan siswa dalam pembelajaran dengan merefleksikan pengalaman mereka.

Prosedur :
  1. Sampaikan kepada siswa, topic atau materi yang akan dipelajari dalam kegiatan pembelajaran.
  2. Beri mereka waktu beberapa menit untuk mengingat-ingat pengalaman penting mereka yang tidak terlupakan yang terkait dengan materi yang akan dipelajari.
  3. Tanyakan pengalaman penting apa yang mereka alami baik yang menyenangkan, mengharukan, menyedihkan, dsb.
  4. Selanjutnya sampaikan materi pelajaran dengan cara mengaitkan pengalaman-pengalaman siswa dengan materi tersebut.
Metode ini tepat digunakan untuk materi-materi dalam Pendidikan Agama Islam, baik yang terkait dengan akhlak, akidah, maupun ibadah. Misalnya dalam materi akhlak kepada sesama, guru bisa menyakan pengalaman para siswa yang berkesan dalam pergaulan mereka dengan orang tua, dengan tetangga, atau dengan teman-temannya. Dari pengalaman yang disampaikan oleh siswa guru bisa menjelaskan mana akhlak yang terpuji, dan mana akhlak yang tercela.

Variasi :

Untuk lebih efektif dan memberi kesan kepada siswa, guru merubah posisi duduk menjadi sebuah lingkaran, sehingga terjdi komunikasi interarktif antarasiswa dengan guru dan dengan sesama siswa.

22. SNOWBALLING (Bola Salju 1-2-4-8-16- dst) 

Metode ini diawali dengan melakukan aktivitas baik itu kegiatan mengamati maupun membaca yang dilakukan secara individu. Kegiatan perorangan ini kemudian dilanjutkan dengan kegiatan kelompok kecil yang terdiri dari dua orang berkembang menjadi empat orang, delapan orang, enam belas orang, dan seterusnya hingga berakhir pada pembagian dua kelompok besar dalam satu kelas. Metode ini memiliki prosedur penerapan sebagai berikut :
  1. Kemukakan sebuah masalah 
  2. Mintalah setiap siswa untuk berpendapat
  3. Setelah semua menjawab, minta kembali kepada siswa untuk berpasangan (setiap pasangan terdiri atas 2 orang). Satu sama lain saling bertukar jawaban dan membahasnya.
  4. Apabila setiap pasangan selesai membahas, mintalah tiap-tiap pasangan itu untuk mendiskusikannya dengan pasangan yang lain. Demikian seterusnya sampai terbentuk 2 kelompok besar dalam satu kelas.
  5. Setelah terbentuk 2 kelompok besar, mintalah kepada kedua kelompok itu untuk mempresentasikan hasil diskusi mereka.
Perlengkapan :

Ada beberapa perlengkapan yang harus disiapkan guru diantaranya adalah :
  • Kertas plano minimal 2 lembar, yakni untuk 2 kelompok besar.
  • Spidol besar buah.
  • Alat rekat (solasi/lakban kertas)

23. POSTER COMMENT

Metode ini bertujuan untuk menstumulasi dan meningkatkan kreatifitas dan mendorong penghayatan siswa terhadap suatu permasalahan. Dalam metode ini siswa didorong untuk bisa mengungkapkan pendapatnya secara lisan tentang gambar atau poster. Metode ini memiliki prosedur sebagai berikut :
  1. Pilihlah sebuah gambar atau poster yang ada kaitannya dengan topik bahasan yang akan dibahas.
  2. Mintalah siswa untuk mengamati terlebih dahulu gambar atau poster tersebut.
  3. Mintalah mereka untuk berdiskusi secara berkelompok, kemudian mereka diminta memberikan komentar atau pendapat tentang gambar atau poster tersebut.
  4. Siswa diminta untuk memberikan solusi atau rekomendasi berkaitan dengan gambar atau poster tersebut.
Gambar yang dipilih hendaknya juga memiliki prinsip kesederhanaan, keterpaduan, dan yang paling penting terkait dengan materi yang dipelajari.

Perlengkapan :
  • Sebuah poster atau sejumlah kelompok.
  • Poster-poster tersebut sesuai dengan topik yang akan dibahas.
  • Solasi/lakban plastik

MATERI

SAMBUTAN KAMAD - KELULUSAN

 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,Yang saya hormati Bapak/Ibu Komite Sekolah,Yang saya hormati Bapak/Ibu guru dan seluruh staf SD...